Mengenal Lebih tentang penyakit Rabun jauh
Mengenal Lebih tentang penyakit Rabun jauh
Assalamualaikum
wr.wb.
Hallo
Guys!!!
Selamat Siang, Halo
teman-teman semua kembali lagi di artikel blog yang saya buat kali ini.saya
akan membahas sedikit tentang Mengenal
Lebih tentang penyakit Rabun jauh
Kalian
kan pasti sudah pada tahu, Setidaknya saya akan menjelaskan sedikit tentang apa
sih
Mengenal Lebih tentang penyakit Rabun jauh
Mari
Kita Simak Guys!!!
Pertama-tama kita
akan bahas
“Apa sih rabun jauh?
Rabun jauh atau miopi adalah gangguan pada penglihatan yang
menyebabkan objek yang letaknya jauh terlihat kabur, tetapi tidak ada masalah
melihat objek yang letaknya dekat. Miopi atau rabun jauh dikenal juga
dengan istilah mata minus.
Miopi atau rabun jauh terjadi karena mata yang tidak dapat memfokuskan
cahaya pada tempat yang semestinya, yaitu pada retina mata. Gejala utama rabun
jauh adalah kaburnya penglihatan ketika melihat benda-benda yang jauh, misalnya
tulisan di papan tulis atau rambu lalu lintas.
Miopi dapat ditangani dengan penggunaan kacamata. Selain kacamata, miopi
juga dapat ditangani dengan operasi LASIK yang menggunakan sinar laser.
Gejala Miopi
Gejala miopi atau rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala
umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh saat anak-anak usia
sekolah hingga remaja.
Penderita miopi akan merasakan pandangan kabur saat melihat objek yang
jauh. Pada anak-anak, kondisi ini sering menyebabkan mereka kesulitan melihat
huruf di papan tulis bila duduk di barisan belakang. Sedangkan pada orang
dewasa, keluhan yang umum adalah kesulitan melihat rambu-rambu lalu lintas.
Dikarenakan sulitnya melihat benda-benda jauh, sering kali muncul
gejala-gejala tertentu pada penderita miopi, baik yang dirasakan oleh
penderitanya maupun disadari oleh orang lain. Gejala-gejala tersebut adalah:
- Sakit kepala
- Mata
lelah karena mata bekerja secara berlebihan
- Sering
mengedipkan mata
- Sering
memicingkan mata saat melihat benda-benda jauh
- Sering
mengucek mata
- Terlihat
tidak menyadari keberadaan objek yang jauh
Rabun jauh dapat menjadi semakin parah seiring bertambahnya usia, tetapi biasanya
akan stabil di usia dewasa. Pada beberapa kasus, rabun jauh dapat terus
memburuk.
Kapan harus ke dokter
Anda disarankan untuk memeriksakan
mata secara rutin agar permasalahan pada mata seperti miopi dapat
terdeteksi dan ditangani sejak dini. Pemeriksaan mata rutin juga dapat
mendeteksi adanya gangguan penglihatan lain, seperti mata malas atau
juling. Pemeriksaan mata rutin dapat dijalani oleh anak-anak maupun orang
dewasa.
Jika Anda mencurigai terjadinya perubahan atau
penurunan kemampuan penglihatan, segera periksakan ke dokter mata. Contohnya,
pada saat Anda tidak bisa melihat tulisan atau benda-benda jauh yang biasanya
terlihat.
Anda juga disarankan untuk membawa anak Anda ke dokter
mata jika ia terlihat mengalami gejala-gejala miopi.
Dokter mata akan menentukan apakah Anda menderita rabun jauh atau tidak.
Selain itu, terdapat kondisi medis darurat yang
merupakan komplikasi dari rabun jauh, yaitu pelepasan atau ablasi retina.
Segera hubungi dokter jika menderita gejala pelepasan retina, seperti:
- Muncul
kilatan-kilatan cahaya pada salah satu atau kedua mata.
- Muncul
bayangan seperti tirai pada penglihatan.
- Mata
berkunang-kunang.
Penyebab Miopi
Miopi atau rabun jauh terjadi ketika cahaya yang masuk
ke mata tidak jatuh pada tempat yang semestinya, yaitu retina. Kondisi ini
disebabkan oleh bentuk bola mata yang lebih panjang dari bola mata normal
Selain itu, miopi juga bisa disebabkan oleh kornea dan
lensa mata, yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada retina, mengalami
kelainan.
Hingga saat ini, penyebab bola mata lebih panjang dari
normal belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga
dapat meningkatkan risiko tersebut, antara lain:
- Genetik
Seseorang yang orang tuanya mengalami rabun jauh memiliki risiko lebih besar untuk menderita rabun jauh. - Kurang
sinar matahari
Seseorang yang jarang beraktivitas di luar ruangan lebih berisiko menderita rabun jauh karena kurang mendapatkan sinar matahari. - Kekurangan
vitamin D
Sebuah penelitian mengatakan bahwa seseorang yang mengalami kekurangan vitamin Dberisiko mengalami miopi. - Kebiasaan
membaca atau menonton terlalu dekat
Seseorang yang sering membaca, melihat layar monitor, atau menonton terlalu dekat dengan mata lebih mudah terkena rabun jauh.
Diagnosis Rabun Jauh
Jika pasien dicurigai menderita rabun jauh, dokter
spesialis mata akan menanyakan gejala-gejala yang muncul, sejak kapan munculnya
gejala tersebut, serta tingkat keparahannya. Setelah itu, dokter akan memeriksa
mata untuk menentukan apakah pasien menderita rabun jauh atau tidak.
Dokter akan melakukan pemeriksaan ketajaman mata
dengan menggunakan diagram huruf dan angka (Snellen chart). Pasien
diminta melihat diagram dari jarak 6 meter dan kemudian membaca huruf-huruf
atau angka pada diagram tersebut mulai dari yang ukurannya paling besar hingga
paling kecil.
Jika dicurigai menderita rabun jauh atau mata minus,
dokter akan meminta pasien untuk kembali membaca huruf dan angka, dibantu
dengan lensa minus. Lensa minus ini diletakkan di dalam alat bernama refraktor.
Dokter akan mengganti lensa hingga menemukan ukuran lensa yang sesuai dengan
pasien.
Jika penglihatan pasien masih terganggu setelah
pemeriksaan ketajaman penglihatan, dokter dapat melakukan pemeriksaan
penunjang, seperti:
- Pemeriksaan
pupil, untuk melihat respons pupil terhadap cahaya dengan menyinari mata
menggunakan senter atau lampu khusus.
- Pemeriksaan
gerakan mata, untuk melihat apakah mata pasien bergerak dengan selaras
atau tidak.
- Pemeriksaan
penglihatan samping, untuk mengetahui kondisi dan kemampuan penglihatan
samping pasien.
- Pemeriksaan
bagian depan bola mata, untuk melihat adanya luka atau katarak pada bagian
kornea, iris, lensa dan kelopak mata.
- Pemeriksaan
retina dan saraf mata, untuk melihat adanya kerusakan pada retina atau
saraf mata.
- Pemeriksaan
tekanan bola mata, untuk melihat apakah ada peningkatan tekanan bola mata
dengan cara menekan mata dengan lembut menggunakan alat khusus.
Peningkatan tekanan bola mata dapat menjadi gejala glaukoma.
Penanganan Miopi
Penanganan miopi atau rabun jauh dilakukan untuk
membantu agar cahaya bisa terfokus pada retina. Jenis penanganan yang dipilih
tergantung pada usia pasien, tingkat keparahan rabun jauh, serta kondisi
kesehatan pasien.
Penggunaan kacamata atau lensa kontak
Langkah penanganan miopi atau rabun jauh yang paling
sederhana dan terjangkau adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak.
Pemilihan kacamata serta lensa kontak tergantung pada kebutuhan serta
kenyamanan pasien.
Ketika memilih menggunakan lensa kontak, pastikan
untuk selalu menjaga kebersihan lensa kontak agar terhindar dari infeksi mata.
Lensa kontak juga sebaiknya dilepas sebelum tidur.
Operasi dengan sinar laser (LASIK)
Proses operasi dengan sinar laser (LASIK)
juga dapat menjadi alternatif. Hampir seluruh pasien yang menjalani operasi ini
merasakan perubahan yang signifikan. Dalam operasi ini, sinar laser akan
digunakan untuk mengatur lengkungan kornea.
Perlu diingat, prosedur ini tidak cocok untuk
penderita di bawah 21 tahun karena mata mereka masih dapat berkembang.
Obat tetes mata atropin
Obat tetes mata atropin diduga
dapat mencegah miopi atau rabun jauh yang diderita bertambah parah. Obat tetes
mata dapat digunakan secara rutin pada penderita rabun jauh sesuai dengan resep
dokter.
Implan lensa buatan
Implan lensa buatan dilakukan untuk menangani miopi
atau rabun jauh dengan tingkat keparahan tinggi yang tidak bisa ditangani
dengan operasi laser. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan lensa buatan
tanpa mengeluarkan lensa mata yang asli atau mengganti lensa asli dengan lensa
buatan.
Komplikasi Miopi
Miopi yang tidak ditangani dengan tepat akan
menyebabkan kualitas hidup penderita berkurang karena penderitanya tidak dapat
menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Selain itu, miopi berat juga
meningkatkan risiko permasalahan mata lainnya seperti pelepasan retina, katarak
dan glaukoma.
Ibu hamil yang menderita miopi atau mata minus yang
tinggi, disarankan untuk tidak melahirkan secara normal. Jika melahirkan secara
normal, penderita mata minus yang tinggi berisiko mengalami pelepasan atau
ablasi retina.
Bila Anda memiliki mata minus yang tinggi dan sedang
hamil, diskusikan dengan dokter
kandungan mengenai rencana persalinan.
Pencegahan Rabun Jauh
Rabun jauh tidak bisa dicegah sepenuhnya. Meski
demikian, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menjaga
kesehatan mata. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Gunakan
kacamata hitam saat bepergian di siang hari untuk melindungi mata dari
sinar matahari.
- Lakukan
pemeriksaan kesehatan mata secara rutin.
- Gunakan
kacamata atau lensa kontak dengan ukuran tepat.
- Berhenti merokok.
- Istirahatkan
mata secara berkala saat bekerja dengan menggunakan
- Perbanyak
konsumsi buah-buahan dan sayuran, khususnya yang kaya vitamin A dan vitamin D.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika
memiliki penyakit kronis, terutama diabetes dan hipertensi.
Nah sudah pada tahu kan tentang Mengenal Lebih tentang penyakit Rabun jauh
,
terimakasih kepada teman-teman yang telah berkunjung ke blog saya dan Jangan
lupa dan ketinggalan untuk berkunjung ke blog saya lagi.
Daftar Pustaka
Chuang,
A. Y. (2017). How to Effectively Manage Myopia. Taiwan J Ophthalmol.
7(1),pp.44–47.
Fernandez-Montero,
et. al. (2017). Effect of Pregnancy in Myopia Progression: The SUN Cohort. Eye
(Lond). 31(7), pp. 1085–1092.
Mohammadi,
et al. (2017). A Survey of Ophthalmologists and Gynecologists Regarding
Termination of Pregnancy and Choice of Delivery Mode in the Presence of Eye
Diseases
Gwiazda,
J. (2010). Treatment Options for Myopia. Optom Vis Sci. 86(6), pp.
624–628.
Turbert,
D. American Academy of Ophthalmology (2019). Nearsightedness: Myopia Diagnosis
and Treatment.
Turbert,
D. American Academy of Ophthalmology. (2018). Eye Exam and Vision Testing
Basics.
NHS
UK (2015). Health A-Z. Short-sightedness (myopia).
Mayo
Clinic (2019). Eye Exam.
Mayo
Clinic (2015). Diseases & Conditions. Nearsightedness.
Roth,
E. Healthline (2016). Nearsightedness (Myopia).


Komentar
Posting Komentar